Sebanyak 40 negara dan tiga organisasi internasional telah menyampaikan pandangannya, dengan mayoritas mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap bencana kemanusiaan di wilayah tersebut.
Perwakilan Tiongkok, Ma Xinmin, menyatakan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik krisis.
“Kita menyaksikan penderitaan luar biasa di Gaza dan wilayah pendudukan lainnya,” ujarnya dalam persidangan.
Sebelumnya, diplomat senior Qatar, Mutlaq Al-Qahtani, menuduh Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina dan memanfaatkan bantuan kemanusiaan sebagai alat perang.
“Mereka menjadikan kebutuhan dasar manusia sebagai senjata,” katanya dalam dokumen resmi pengadilan.
Dalam dua bulan terakhir, Israel menerapkan blokade ketat yang menghambat pengiriman bantuan ke Gaza.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan bahwa kapasitas lembaga bantuan di wilayah tersebut kini berada di ambang kehancuran total.“Permusuhan yang intens dan pemblokiran bantuan telah membuat warga sipil kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar untuk bertahan hidup,” demikian pernyataan ICRC.
Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat bahwa lebih dari 52.000 warga telah tewas sejak pecahnya perang antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023.
Sementara itu, Amnesty International menyebut tindakan Israel sebagai bentuk genosida.
Editor : Zaitun Ul HusnaSumber : tribunnews