Rumah Adat Sulawesi Barat, Keindahan Arsitektur dan Filosofi yang Tersembunyi

×

Rumah Adat Sulawesi Barat, Keindahan Arsitektur dan Filosofi yang Tersembunyi

Bagikan berita
Rumah Adat Sulawesi Barat, Keindahan Arsitektur dan Filosofi yang Tersembunyi. (Foto : Dok. Istimewa)
Rumah Adat Sulawesi Barat, Keindahan Arsitektur dan Filosofi yang Tersembunyi. (Foto : Dok. Istimewa)

Lotang utama mencakup ruangan Samboyang (teras), Tangnya Boyang (ruang keluarga), dan Bui Boyang (kamar utama).

Sementara lotang tambahan termasuk Tapang (gudang), Paceko (dapur), Lego-lego (tempat menenun), dan Naong Boyang (kolong rumah untuk menyimpan ternak).

Filosofi dan Makna Dibalik Rumah Boyang

Rumah Boyang tidak hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam.

Sebelum pembangunan, masyarakat suku Mandar melakukan musyawarah dan meminta izin kepada ahli bangunan.

Proses ini disertai dengan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dan harus mengikuti waktu yang baik, disebut sebagai putika.

Rumah ini juga harus menghadap ke arah timur, simbol keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia.

Jenis Rumah Adat Boyang

Ada dua jenis rumah adat Sulawesi Barat, yaitu Rumah Boyang Adaq untuk tingkat sosial tinggi atau bangsawan, dan Rumah Boyang Beasa untuk warga biasa.

Rumah Boyang Adaq memiliki ornamen khusus yang mencerminkan tingkat kebangsawanan, seperti tumbaq layar dengan tiga hingga tujuh susun.

Rumah adat Sulawesi Barat, khususnya Rumah Boyang, tidak hanya merupakan warisan budaya yang indah tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi dan filosofi yang melekat pada masyarakat suku Mandar.

Melalui rumah ini, kita dapat menyelami sejarah dan kearifan lokal yang membentuk identitas Sulawesi Barat.

Editor : Devi Irmayani Saiser
Bagikan

Berita Terkait
Terkini