Menggali Memori di Museum Pos Indonesia, Sejarah, Arsitektur, dan Koleksi Berharga di Abad Ke 21

Menggali Memori di Museum Pos Indonesia, Sejarah, Arsitektur, dan Koleksi Berharga di Abad Ke 21 (Foto : Dok. Istimewa)
Menggali Memori di Museum Pos Indonesia, Sejarah, Arsitektur, dan Koleksi Berharga di Abad Ke 21 (Foto : Dok. Istimewa)

KONGKRIT.COM - Generasi bunga dan gen-X mungkin masih mengingat tukang pos dengan sepeda kayuhnya, yang setia mengantarkan surat dan wesel ke rumah-rumah warga.

Begitu besar jasanya, hingga tercipta lagu yang menggambarkan dedikasinya.

Namun, seiring berjalannya waktu, sepeda kayuh digantikan oleh sepeda motor, dan bahkan zaman tersebut pun terus berubah.

Di abad ke-21 ini, kita dapat menggali kembali memori akan kartu pos, perangko, telegraf, dan giro melalui Museum Pos Indonesia di Bandung.

Gedung Tua, Sejarah yang Abadi

Museum Pos Indonesia berlokasi di kompleks Gedung Sate, satu kompleks dengan kantor pusat PT Pos Indonesia dan kantor pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Gedung Sate, dengan ornamen berbentuk jambu air di puncak menaranya, adalah bagian dari "Kompleks Pusat Perkantoran Instansi Pemerintah Sipil" Hindia Belanda.

Arsitektur kolonial Belanda yang simetris mendominasi, menciptakan paduan karya seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Arsitektur dan Proses Pembangunan

Gedung PT Pos Indonesia, seperti Gedung Sate, dirancang oleh arsitek Ir J. Berger.

Halaman :
Shares
Berita Terkait

Berita Lainnya

Index