Kehidupan Pensiunan PNS Zulkarnaini, Kepahlawanannya dalam Keterpurukan Ekonomi

×

Kehidupan Pensiunan PNS Zulkarnaini, Kepahlawanannya dalam Keterpurukan Ekonomi

Bagikan opini
Burhanuddin - Pemerhati Sosial berdomisili di Sijunjung
Burhanuddin

Pada Jumat, 1 Maret 2024. Jam menunjukan pukul 06.30 WIB, udara dingin dan masih berkabut. Seorang ibu paruh baya mengais rezeki dengan mengumpulkan botol-botol plastik dari dalam tong sampah di depan perkantoran Muaro Sijunjung.

Langkahnya yang tegap dan kencang membuat awak media ekstra hati-hati. Ingin rasanya mengorek informasi tentang kepahlawanannya menghidupi keluarga. Tapi sayang seribu sayang ia menghilang ketika awak media ini memparkir mobil di pinggir jalan.

Perjalananpun di lanjut ke arah utara. Pelan-pelan melihat kiri-kanan mencari Ibu

Pemulung berbaju biru tadi. Namun Nihil.

Tetapi, sampainya di pertigaan SMAN 1 Sijunjung, tim beruntung menemui seorang pemulung lain yang bersedia berbicara.

Zulkarnaini, seorang pria berusia 68 tahun, menjadi pusat perhatian kami. Menyaksikan langkah tegapnya mengumpulkan botol plastik di depan perkantoran Muaro Sijunjung, tim media merasa tertarik untuk menggali lebih dalam tentang kisah hidupnya yang menginspirasi.

"Assalamualaikum. Bisakah kita berbincang-bincang sebentar, Pak? Mohon dikenalkan diri Bapak dan hendak mengapa hari ini?" tanya tim Kongkrit.com.

"Saya Zulkarnaini, Datuk Malin Putih. Lahir pada tanggal 17 Juni 1956. Sebelum dan sesudah pensiun 10 tahun yang lalu, saya berprofesi sebagai seorang pemulung. Punya anak 3 orang. 2 orang jadi guru dan 1 orang jadi Satpam. Sekarang saya hendak ke komplek Keluarga untuk menunaikan tugas saya sebagai seorang cleaning service selama 2 jam setiap harinya," ungkap Zulkarnaini.

Lebih lanjut, Buyung panggilan akrabnya menjelaskan bahwa harga barang-barang yang dijualnya telah merosot, sementara harga barang-barang yang dibelinya terus naik. Dalam kondisi ekonomi sulit, Zulkarnaini memberikan sudut pandang yang jujur.

"Barang-barang yang kita jual harganya turun, sementara barang-barang yang kita beli terus saja merangkak naik," ujarnya.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini