Menyoal Ketahanan Pangan Kita

×

Menyoal Ketahanan Pangan Kita

Bagikan opini
Adpi Gunawan - Penulis adalah Penyuluh Pertanian, berdomisili di Kabupaten Sijunjung.
Adpi Gunawan

Mulai dari bulan Desember 2023 hingga saat ini di bulan Maret 2024, kehebohan soal harga beras seakan tak henti-henti muncul ditengah masyarakat.

Dalih pemerintah yaitu el-nino telah menimbulkan dampak terhadap produksi beras di sejumlah daerah sentra padi nasional.

Pendapat itu ada benarnya, sebagai makanan pokok rakyat, beras sangat bergantung dari produksi padi yang dihasilkan petani.

Sementara kenyataan dilapangan, medio Juni hingga pertengahan November 2023 kita dilanda kemarau panjang yang otomatis tidak ada penanaman pada sawah tadah hujan.

Turunnya hujan mulai bulan November 2023 pun agaknya terlalu banyak, sehingga banjir dimana-mana dan menjemur padi pun (jika ada) harus banyak siasat.

Teranyar, banjir melanda Kabupaten Pesisir Selatan mengakibatkan kehilangan nyawa, kehilangan harta benda, kehilangan tempat tinggal dan padi disawah turut hilang disapu banjir.

Ternyata, kita belum mampu mewujudkan ketahanan pangan. Alhasil terjadilah impor guna menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Berkaca dari hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Maret 2024, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2023 mencapai sekitar 10,21 juta hektare.

Sedangkan pada tahun 2022 kita mampu berproduksi sebesar 10,45 juta hektare, penurunan produksi 238,97 ribu hektare tersebut setara dengan 2,29 persen.

Melihat luas panen padi pada Januari 2024, menurut BPS, mencapai 0,29 juta hektare dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2024 diperkirakan seluas 3,22 juta hektare.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini