BERGURU KEPADA SALAF (5)

Irsyad Syafar - Seorang Praktisi Pendidikan dan Politisi Indonesia

Dua pemuda ini memang luar biasa. Keduanya adalah sahabat Rasul yang masih sangat belia.

Umurnya kira-kira sekitaran 14 tahun. Tentu usianya dalam berislam juga masih sangat baru.

Akan tetapi prestasinya dalam barisan kaum muslimin, cukup mentereng.

Mereka berdua adalah Muadz bin Amru bin Jamuh dan Mu'awidz bin Afra.

Dalam shahih Bukhari, Abdurrahman bin Auf menceritakan tentang kedua remaja mujahid yang hebat dan pemberani ini.

"Pada perang Badar, saya berada di tengah-tengah barisan para Mujahidin. Ketika saya menoleh, ternyata di sebelah kiri dan kanan saya ada dua orang anak muda belia. Saya khawatir tidak bisa menjamin mereka berdua akan selamat dalam posisi perang seperti itu.”

Abdurrahman melanjutkan: "Tiba-tiba salah seorang dari kedua pemuda ini berbisik kepada saya, "Wahai Paman, manakah orangnya yang bernama Abu Jahal?” (Pemuda yang mengatakan hal ini adalah Muadz bin Amr bin Jamuh Al Anshari. Ia belum pernah melihat Abu Jahal).

Pertanyaan mengenai komandan pasukan kaum musyrikin, yang kafir, zhalim dan sangat kejam ini, menarik perhatian Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu.

Lantas ia pun bertanya kepada anak muda belia tadi, “Wahai anak saudaraku, apa yang hendak kamu lakukan terhadapnya?”

Sang pemuda belia itu menjawab dengan jawaban yang membuat Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu terheran-heran.

Halaman :
Shares

Opini lainnya

Berita Terkini

Index