Revitalisasi Lingkungan, Kota Makassar Mengukir Prestasi Melalui Inovasi SPALD-T

×

Revitalisasi Lingkungan, Kota Makassar Mengukir Prestasi Melalui Inovasi SPALD-T

Bagikan berita
IPAL Domestik Terpusat di Kota Makassar
IPAL Domestik Terpusat di Kota Makassar

KONGKRIT.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menorehkan sebuah prestasi gemilang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T) yang menjadi bagian integral dari Program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP). Dengan kapasitas mengagumkan sebesar 16.000 m3 per hari, proyek ini bertujuan utama untuk meningkatkan pelayanan air limbah terpadu di kawasan perkotaan.

Menteri PUPR, Basuki, memandang proyek ini sebagai langkah monumental dalam upaya meminimalisir pencemaran badan air akibat limbah domestik. "Tujuan utamanya adalah untuk kualitas lingkungan yang lebih baik. Dengan permukiman yang semakin padat, limbahnya juga bertambah. Oleh karena itu, kita harus mengolahnya terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air," ujarnya penuh semangat.

Menurut Menteri Basuki, salah satu keunggulan utama dari SPALD-T ini adalah penggunaan teknologi canggih bernama Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), yang mampu mereduksi Biological Oxygen Demand (BOD), melakukan denitrifikasi, serta mengurangi kadar nitrogen dalam air limbah. Hasilnya, efluen yang dihasilkan memenuhi standar mutu dengan kadar BOD di bawah 30 mg/liter.

"Proyek pembangunan SPALD-T ini dimulai pada November 2020 dan meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas luar biasa sebesar 16.000 m3 per hari, pembangunan infrastruktur pendukung seperti rumah pompa dan jaringan air perpipaan sepanjang 9,6 km, serta pemasangan sambungan rumah dan area komersil," jelasnya.

Saat ini kata Menteri Basuki, konstruksi telah rampung dan siap beroperasi, siap memberikan dukungan penuh terhadap layanan sanitasi masyarakat Kota Makassar.

"IPAL Domestik Terpusat ini tidak hanya melayani 41.000 jiwa penduduk Kota Makassar, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kualitas air tanah dan air baku, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta menjadi sarana edukasi bagi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu pencemaran lingkungan," ungkapnya.

Dengan langkah progresif ini, Kota Makassar telah membuktikan dirinya sebagai pionir dalam inovasi pengelolaan air limbah, menjadikan kota ini sebagai contoh inspiratif bagi daerah lain dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Editor : HN. Arya Rajo Sampono
Sumber : Kementerian PUPR
Bagikan

Berita Terkait
Terkini