Beredar Isu Miring Dana OP Irigasi di Dinas PUPR Padang Pariaman Dipotong, Begini Jawaban Pelaksana dan PPK

×

Beredar Isu Miring Dana OP Irigasi di Dinas PUPR Padang Pariaman Dipotong, Begini Jawaban Pelaksana dan PPK

Bagikan berita
Kantor Dinas PUPR Padang Pariaman
Kantor Dinas PUPR Padang Pariaman

KONGKRIT.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Padang Pariaman melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaaan jaringan irigasi permukaan. Adapun lokasi kegiatan tahun 2024 ini tersebar di jaringan irigasi pada wilayah I, wilayah II, Wilayah III, dan Wilayah IV.

Diselenggarakan kegiatan operasi dan pemeliharaaan jaringan irigasi permukaan tentunya untuk menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya melalui kegiatan perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengaman yang harus dilakukan secara terus menerus.

Untuk menjalankan kegiatan tersebut diperlukan biaya dari APBD Padang Pariaman, dan pelaksanaanya dilakukan secara swakelola oleh para Pengamat sebagai pelaksana yang tersebar di 4 wilayah dengan memberdayakan masyarakat petani dan P3A setempat.

Untuk tahap I tahun 2024 ini, Bidang SDA Dinas PUPR Padang Pariaman mengucurkan dana OP Irigasi sebesar Rp. 300 juta. Dana tersebut dibagi kepada 4 orang pelaksana kegiatan dengan cara ditransfer ke rekening masing - masing pelaksana (pengamat wilayah)

Pasca pencairan dana OP Irigasi yang ditransfer ke rekening pelaksana kegiatan, beredar isu miring bahwa adanya dugaan pemotongan dana kegiatan oleh oknum pejabat di bidang SDA secara tunai sebesar 34 persen dari total dana yang dicairkan.Benarkah?

Mendengar isu miring tersebut wartawan Kongkrit.com berusaha menelusuri kebenaran informasi dengan melakukan konfirmasi kepada para pelaksana kegiatan (pengamat wilayah) di Dinas PUPR Padang Pariaman secara bertahap.

Salah seorang pelaksana yang dikonfirmasi wartawan Kongkrit.com terkait isu dugaan pemotongan dana OP Irigasi sebesar 34 persen tersebut terkesan membenarkan isu yang beredar.

"Sesuai yang bapak sebutkan itu (34 persen)," ujarnya, Kamis (30/5/2024) sembari minta namanya dirahasiakan.

Menurut pelaksana tersebut, saat ini baru pencairan tahap 1, masih ada 2 pencairan lagi. " Dana OP tahun ini kurang dari 1 miliar, pencairan kemarin baru tahap 1 sebesar Rp.300 juta yang dibagi untuk 4 wilayah," jelasnya.

Ketika ditanya soal volume pekerjaan, dirinya tetap melaksanakan sesuai rencana. "Kita tetap melaksanakan pekerjaan sesuai dengan volume yang telah direncanakan, dengan memberdayakan masyarakat petani dan P3A, cuma kita pandai - pandai dilapangan, yang penting semua ada dokumentasinya," jelas pelaksana itu.

Editor : HN. Arya Rajo Sampono
Bagikan

Berita Terkait
Terkini