KONGKRIT.COM - Wakil Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, SM, menghadiri sekaligus membuka acara Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Program MBG di Jamboo Kingdom Hotel & Resort, Srabah, Desa Pucangan, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (01/11/2025).
Acara yang digelar dalam rangka mendukung kebijakan nasional di bidang pemenuhan gizi masyarakat mengusung tema “Kebijakan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis".
Dalam sambutannya, Wabup Ahmad Baharudin menyampaikan, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di kabupaten Tulungagung sebesar 13,7%, masih di bawah target yaitu 14%.
Meskipun demikian menurut Wabup masih diperlukan percepatan dan konsistensi intervensi dalam penanganan stunting.
“Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional,” ucapnya.
Ditambahkannya, program ini merupakan bentuk intervensi gizi langsung, khususnya kepada anak sekolah, balita, Ibu hamil, Ibu menyusui, yang bertujuan untuk, memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang setiap hari, meningkatkan daya konsentrasi belajar dan prestasi pendidikan, serta mendukung tumbuh kembang anak agar optimal secara fisik maupun kognitif.“Selain itu juga untuk mencegah stunting dan gizi buruk, meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil agar pertumbuhan optimal, serta mengurangi kesenjangan akses pangan bergizi antar wilayah dan antar kelompok masyarakat,” tambahnya.
Wabup menandaskan, sudah ada 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi dari target 90 SPPG yang akan dibangun di Kabupaten Tulungagung. yang tersebar di 16 Kecamatan.
Namun demikian, dari 50 SPPG yang telah beroperasi saat ini masih 20 SPPG yang sudah mengajukan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS)
“Untuk itu saya menghimbau seluruh yayasan/mitra segera melakukan pengurusan dokumen SLHS sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dimana SLHS ini merupakan bagian penting dalam menjamin keberhasilan dan keberlanjutan program MBG, serta sebagai bentuk pemantauan atau kontrol bahwa produk menu yang disajikan oleh dapur MBG tersebut layak, aman, sehat, dan berkualitas untuk dikonsumsi,” tandasnya.
Editor : HN. Arya Rajo Sampono