Menurutnya, keberadaan alat ini sangat penting karena membantu petani mengeringkan gabah dengan cepat, merata, dan tidak lagi bergantung pada cuaca.
“Dengan oven ini, kualitas gabah lebih terjaga, tidak mudah berjamur atau rusak seperti saat penjemuran tradisional. Selain itu, alat ini juga bisa digunakan untuk mengeringkan jagung, padi, ampas kelapa, dan hasil pertanian lainnya,” jelas Khaidir.
Selain penyediaan oven, BUMDes Komara juga bergerak dalam perdagangan jagung dan gabah, jasa sewa molen, serta mesin perontok jagung. Khaidir berharap dukungan pemerintah daerah terus ditingkatkan, terutama dalam menyinergikan peran Kopdes Merah Putih dengan kegiatan BUMDes.
“Kami ingin bergerak lebih jauh, termasuk dalam membantu petani melalui penyediaan pupuk berkualitas dan akses permodalan. Sinergi dengan koperasi menjadi kunci,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Yota Balad bersama jajaran OPD juga meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tujuh Suku di Desa Koto Marapak. TPS3R ini juga berada di bawah pengelolaan BUMDes Komara, dan menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas desa.Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Pariaman dalam membina ekonomi desa, mendorong inovasi, dan membangun kemandirian masyarakat melalui sinergi antara pemerintah, BUMDes, dan koperasi desa.
(Zahra)
Editor : Hanny Tanjung