"Mau diapakan basurah adat ini? jangan sampai kegiatan-kegiatan seperti ini mati suri dan ini harus diteruskan ke anak kemenakan," ajaknya.
Dirinya juga siap memperjuangkan kegiatan basurah adat untuk bisa berkolaborasi denga dinas kebudayaan dan dinas pendidikan di Kota Padang, yang nantinya bisa mendapatkan anggaran dari APBD maupun pokir anggota dewan.
"Mari dorong juga agar kegiatan basurah adat masuk dalam APBD, ke depannya di support lewat pokok pikiran (pokir),” tegas Khalil.
Ia juga menyarankan, ninik mamak diundang untuk menjadi pengajar muatan lokal Keminangkabauan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pelestarian budaya dan penguatan karakter generasi muda.
Pemko Padang Siap Kolaborasi dengan Basurah Adat
Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik kehadiran Organisasi Basurah Adat Minangkabau.
Ia menilai, kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai luhur adat Minangkabau di tengah tantangan modernisasi."Pemerintah Kota Padang mendukung pelestarian budaya lokal. Untuk ke depan, tentu akan kami suport dulu lewat pokir DPRD, lalu kami lanjutkan dengan anggaran di APBD melalui KAN atau Dinas Kebudayaan,” ujar Fadly.
Ia meminta, Dinas Pendidikan Kota Padang berkolaborasi dengan ninik mamak dan organisasi adat untuk penguatan muatan lokal budaya Minangkabau di sekolah-sekolah.
Kegiatan reses tersebut, dibuka dengan kegiatan wirid barantai asuhan Kamil Malin Mudo dengan mengangkat pasambahan hidangan katangah, khatam al Quran, mancari hari baralek, parundiangan adat kamatian di ateh rumah, pasambahan adat di bawah payuang dan pasambahan maurak selo.
Editor : MONIKA